Friday, 30 May 2014

REDHA

✿..Kadangkala kita tidak pandai
MENGHARGAI kehadiran seseorang dalam
hidup kita, kita MENOLAKNYA dan mensia-
siakan kehadirannya di sisi kita..dan apabila
dia sudah KECEWA dengan kita, pergi
menjauh dari kehidupan kita..apabila tiba satu
masa kita mula menginginkannya, barulah kita
SEDAR dan mula MENCARINYA semula,
namun saat itu sudah TIDAK BERMAKNA
lagi..kerana dia telah jauh membawa diri..✿~
>>> Manusia akan MENGHARGAI sesuatu
apabila dia telah KEHILANGAN sesuatu.. Ya
Allah kuserahkan segalanya kepada diriMu,
hanya diriMu menegetahui segalanya..
REDHAkan hati ini menerima segala ketentuan
dariMu yang telah diaturkan terbaik buatku.

Rindu

Walaupun rindu ini terlalu sakit
Ada juga keindahannya
Walaupun rindu ini menyiksakan
Ada juga kegembiraannya

Sunday, 25 May 2014

Menantu dan Mertua

Apabila kita bernikah sahaja dengan pasangan kita,secara tidak langsung kita akan terus mendapat ibu bapa mertua.Taraf dan penghormatan kita terhadap ibu bapa mertua ini sama seperti ibu bapa kita sendiri.Ada tanggungjawab yang kita perlu laksanakan kepada mereka.
 
Tahu tak kita bahawa suami apabila bernikah.. maka bertambahlah ibu bapanya.. iaitu termasuk ibu dan bapa mertuanya.. maka, ibu bapa mertua juga merupakan ibu bapanya jua.. Sehubungan dengan itu, Wajiblah si suami menjaga kedua ibu bapa mertuanya sebagaimana wajibnya si suami menjaga ibubapa kandungnya sendiri..Mengecilkan hati ibu mertua adalah perbuatan yg tidak boleh di maafkan melainkan taubat -kelak nanti syurga nya tidak ada bauan bagi suami.  

Suami mengatakan syurganya adalah ibunya, dan syurga isteri adalah suaminya. Benar itu dan kita tidak pernah nafikan perkara itu. Tapikan masih ada tolak ansur dan timbang rasa dalam perkahwinan, terutamanya bila melibatkan ibu bapa dan ibu bapa mertua.Tiada langsungkah nilai ibu bapa isteri kepada suami sedangkan mereka telah membesarkan dan memberikan pendidikan kepada si isteri. Sebagai seorang anak menantu yang baik, suami sepatutnya dapat bertimbang rasa terhadap perkara ini. Jika dia melukakan hati ibu kepada isterinya, adakah dia telah menjalankan tgjwb sebagai seorang anak menantu yang baik?..... , sikap timbangrasa dan saling hormat menghormati adalah penting dlm hidup berkeluarga ni. tak kira siapa la, kita mestilah menghormati setiap anggota keluarga kita. tak kira tua ataupun muda....semua tu terletak pd hati masing2. 

 Islam meletakkan martabat yang tinggi terhadap ibu,bapa dan juga mertua,justeru tanggungjawab itu tidak boleh di abaikan oleh menantu lelaki.Mengbaikan teguran dari mertua seolah-olah mengabaikan ibu bapa sendiri. Ibu mertua dan ibu sendiri adalah sama.... syurga lelaki atau suami ini di bawah tapak kaki ibu... bukan hanya pada ibu sendiri malahan ibu mertua...

Cara mewujudkan hubungan yang baik
-Pada dasarnya penyelesaian sesuatu masalah adalah bergantung pada diri kita sendiri.Kitalah yang bertanggungjawab untuk menyelesaikan masalah yang sedang kita hadapi.Jika hanya menunggu pihak lain untuk bertindak,kemungkinan besar penyelesaiannya akan menjadi lebih rumit.Maka bagi mereka yang mengalami masalah dengan mertua atau menantu,ada baiknya mereka mempertimbangkan beberapa saranan berikut:

  Berdamai dengan diri sendiri:
- Ertinya menciptakan suasana tenang dalam diri sendiri dengan mendekatkan diri pada Allah s.w.t dan mengenepikan sebarang buruk sangka terhadap mertua.Alihkan fikiran secara total pada hal-hal yang positif.Ingatlah bahawa setiap perselisihan pasti melibatkan lebih dari seorang dan dalam hal ini tidak ada manusia yang dapat lari dari kesilapan.
Oleh sebab itu,jka secara negatif dan selalu meyalahkan orang lain,maka sekarang belajarlah sedikit demi sedikit melihat sesuatu permasalahan secara objektif.Mulakan dengan mengubah pola pemikiran kita sendiri.Ingatlah ungkapan yang mengatakan:”change your thoughts and you will change your world”
  
 Komunikasi yang bijak akan melahirkan kedamaian Namun,jika hanya sebelah pihak sahaja yang berusaha kearah perdamaian,sudah pastinya matlamat untuk mendapatkan keharmonian dalam rumah tangga tidak tercapai.Mertua juga seharusnya memainkan peranan yang penting dalam perkara ini.Ada segelintir mertua yang selalu campur tangan dalam kehidupan anak-anak mereka walaupun sudah berkahwin.Sewajarnya,mereka tidak perlulah lagi masuk campur dalam masalah dan kemelut rumah tangga anak-anak mereka.Berikan mereka ruang untuk berbincang dan menyelesaikannya dahulu.Sebagai mertua,kita hanya boleh memberi nasihat dan panduan kepada anak-anak,tetapi biarlah mereka membuat keputusan sendiri untuk menentukan corak kehidupan mereka.





Thursday, 22 May 2014

Ya Allah ampunilah kami

Ya ALLAH.. Terangilah jiwa kami dengan cahaya-MU, bimbinglah langkah kami dengan petunjukMu dan Jagalah kami dari siksa api neraka.. Ya ALLAH.. Bimbinglah agar kami senantiasa memperbaiki diri, menyesali tiap kehilafaan dan berilah kekuatan agar kami mampu untuk tidak mengulanginya.. Ya ALLAH.. Ampunilah kehilafan kami, orang tua kami, sahabat kami serta jamaah semua yang membaca tulisan ini.. Aamiin Yaa Rabbal'aalamiin..

Subhanallah.. Rindunya Rasullullah SAW pd umatnya.


Suatu hari Rasulullah Shallallahu'alaihi Wasallam bertanya: "Siapakah hamba ALLAH yang mulia?"
Para sahabat menjawab:"Para Malaikat yaa Rasulullah,dan tentulah para Nabi, merekalah yang mulia".

Rasulullah tersenyum lalu berkata:"ya,mereka mulia tapi ada yang lebih mulia".
Para sahabat terdiam lalu berkata:"adakahkami yg mulia itu, yaa Rasulullah?"

Rasulullah berkata:"tentulah kalian mulia, kalian dekat denganku, kalian membantu perjuanganku, tetapi bukan kalian yg Aku maksudkan.

Rasulullah lalu menundukkan wajahnya, Sang Baginda meneteskn air mata sehingga membasahi pipi dan janggutnya lalu berkata...

"Wahai sahabatku,mereka adalah manusia-manusiayang lahir jauh setelah wafatnya aku,mereka terlalu mencintai ALLAH & tahukah kalian..mereka tak pernah melihatku, mereka hidup tidak dekat denganku seperti kalian, tetapi mereka sangat rindu kepadaku & saksikanlah wahai sahabatku bahwa AKU SANGAT RINDU PADA MEREKA... MEREKALAH UMMATKU! "

SubhanAllah..

Apakah anda Rindu Kepada Rasulullah SAW ?

Ya Allah...
Pertemukanlah kami dengan Rasalullah SAW Di Akhirat Nanti.
Aamiin

SAYANGILAH KE DUA IBU BAPA KITA

Renungkan Lah Cerita Ini...
Dan Jangan Abaikan !!!!

Anakku, ketika aku semakin tua, aku berharap kamu memahami dan memiliki kesabaran untukku.

Suatu ketika aku memecahkan piring, atau di atas meja, karena penglihatanku berkurang aku harap kamu tidak memarahiku. Orang tua itu sensitif. Selalu merasa bersalah saat kamu berteriak.

Ketika pendengaranku semakin kurang jelas dan aku tidak bisa mendengar apa yang kamu katakan aku harap kamu tidak memanggilku “Tuli!”. Mohon ulangi apa yang kamu katakan atau menuliskannya. Maaf anakku, aku semakin tua.

Ketika lututku mulai lemah, aku harap kamu memiliki kesabaran untuk membantuku bangun, seperti bagaimana aku selalu membantu kamu saat kamu masih kecil, untuk belajar berjalan. Aku mohon jangan bosan denganku ketika aku terus mengulangi apa yang ku katakana, seperti kaset rusak, aku harap kamu terus mendengarkan aku. Tolong jangan mengejekku, atau bosan mendengarkanku.

Apakah kamu ingat ketika kamu masih kecil dan kamu ingin sebuah balon? Kamu mengulangi apa yang kamu mau berulang- ulang sampai kamu mendapatkan apa yang kamu inginkan. Maafkan juga bauku. Tercium seperti orang yang sudah tua. Aku mohon jangan memaksaku untuk mandi. Tubuhku lemah. Orang tua mudah sakit karena mereka rentan terhadap dingin. Aku harap, aku tidak terlihat kotor bagimu.


Aku mungkin tidak akan bertahan lebih lama. Ketika waktu kematianku datang, aku harap kamu memegang tanganku dan memberikanku kekuatan untuk menghadapi kematian. Dan jangan khawatir ketika aku bertemu dengan Sang Pencipta, aku akan berbisik pada- Nya untuk selalu memberikan berkah padamu karena kamu mencintai ibu dan ayahmu.

Terima kasih atas segala perhatianmu nak. Kami mencintaimu dengan kasih yang berlimpah Ibu dan Ayah.

Ya Allah

Ya Allah! Sesungguhnya Engkau adalah Tuhanku; tiada Tuhan yang berhak disembah, melainkan Engkau. Engkau telah menciptakan diriku; aku adalah hambaMu dan telah berjanji untuk mentaatiMu sebatas kemampuanku. Aku berlindung kepada Engkau dari keburukan hal yang telah aku lakukan. Aku mengakui semua nikmat yang telah Engkau berikan kepadaku, Dan aku mengakui pula dosa-dosa yang telah aku lakukan. Oleh kerana itu, Ampunilah aku, Ya Allah... Sesungguhnya tiada yang dapat mengampuni dosa-dosa, Melainkan hanya Engkau.. ya Rabb."